Trust and Respect


Standard Post with Image

Organisasi yang efektif ditentukan oleh 3 faktor yaitu values, system dan leadership. Values adalah nilai-nilai yang menjadi dasar perilaku anggota organisasi. System terkait dengan kebijakan, tata kelola, manual, prosedur dan form yang menjadi standar dan berlaku untuk semua proses di organisasi. Leadership atau kepemimpinan yaitu interaksi pemimpin dan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut teori, kontribusi masing-masing aspek yaitu values sebesar 25%, system 35% dan leadership 40%. Jadi yang paling menentukan adalah leadership. Wujudnya yaitu pemimpin di setiap level organisasi. Pemimpinlah yang memastikan values hidup menjadi budaya dan system dijalankan secara konsisten. Berarti efektivitas organisasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang efektif.

Apa syarat agar kepemimpinan bisa efektif? Menurut Jamil Azzaini ada dua syarat yaitu trust and respect. Trust artinya kepercayaan, dipercaya dan terpercaya. Pengikut percaya bahwa segala tindakan dan keputusan pemimpinnya adalah untuk kebaikan bersama.

Kepemimpinan yang terpercaya dibangun oleh 3 hal yaitu niat baik, integritas dan kompetensi. Niat baik yaitu komitmen pemimpin untuk kemajuan dan kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Integritas yaitu satu kesatuan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Tidak ada  kebohongan, kemunafikan dan pencitraan yang dibuat-buat.

Kompetensi yaitu kemampuan untuk menjalankan tugas secara professional dengan efektif-efisien, inovatif-solutif untuk meraih keunggulan. Respect artinya penghormatan yang disebabkan oleh kualitas dan karakter diri yang dimiliki sang pemimpin seperti rendah hati, ramah, peduli, adil, suka menolong, dan lain sebagainya.

Prinsip di atas berlaku pada semua bentuk  kepemimpinan apakah di keluarga, perusahaan, sekolah, kampus, ormas, pemerintahan dan sebagainya. Pada kepemimpinan di keluarga jika trust dan respect anak kuat kepada orang tuanya maka orang tua dapat mendidik anaknya dengan baik menuju keluarga yang tenteram dan bahagia.

Demikian pula pada kepemimpinan di masyarakat pada tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten & Kota, Provinsi dan Negara. Pemerintahan yang dipercaya dan dihormati oleh rakyatnya akan mudah menjalankan program pembangunan karena mendapat dukungan penuh dari rakyat.

Trust dan respect diraih karena reputasi. Masyarakat akan memberikannya karena menilai niat baik, integritas dan kompetensi pemimpin sesuai dengan harapan. Juga karakter dan perilakunya sesuai dengan etika dan moral yang berlaku.

Jika masyarakat melihat pemimpinnya tidak jujur, tidak mampu mengatasi masalah, bertindak sewenang-wenang, tidak adil, mementingkan diri sendiri dan kelompoknya maka trust dan respect mereka akan hilang. Jika ini terjadi maka legitimasi kepemimpinan akan berkurang bahkan bisa hilang. Tidak ada lagi dukungan. Itu adalah tanda kepemimpinan akan menuju kegagalan dan kehancuran.

Bagaimana dengan kondisi kepemimpinan di Indonesia? Banyaknya kasus korupsi dengan tertangkapnya Menteri Sosial dan Menteri KKP. Lalu adanya indikasi pelanggaran HAM yang dinilai oleh masyarakat tidak transparan, ada rekayasa, tebang pilih, tidak adil. Semua kejadian ini dapat menurunkan trust dan respect rakyat kepada pemerintah.

Oleh karena itu bagi mereka yang diamanahi sebagai pemimpin di manapun dan level apapun, mari jaga trust dan respect. Jaga niat baik, kejujuran, sesuai perkataan dan perbuatan, tunaikan janji, bertindak professional, selesaikan masalah, adil, rendah hati, menjaga perilaku yang beradab, jangan korupsi, sayangi, lindungi, dan jangan sakiti hati rakyat. Selamat berjuang menjadi pemimpin yang memiliki trust dan respect.

Makassar, 14 Desember 2020
Syamril Al Bugisyi