Jalani Hidup Seimbang


Standard Post with Image

Manusia diciptakan istimewa dan sempurna dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Pada dirinya terdapat unsur fisik dan non fisik. Ada raga, rasa, rasio dan ruh. Hewan dan tumbuhan tidak memiliki semuanya. Hanya manusia yang Allah anugerahkan lengkap karena memang diberi tugas sebagai pemimpin di muka bumi.

Indikator utama dari pelaksanaan tugas itu adalah memakmurkan bumi ini dengan kerja, karya, cinta dan ibadah. Melalui potensi raga maka manusia dapat bekerja. Ditopang oleh rasio yang istimewa maka lahirlah karya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi. Dilengkapi dengan rasa maka terwujudlah seni. Lalu manusia yang memiliki ruh maka ada kebutuhan untuk beribadah kepada Allah.

Agar tugas utama dapat dijalankan maka manusia harus menjalani hidupnya dengan seimbang. Memperlakukan seluruh komponen kemanusiaannya dengan adil dengan cara menjaga raga, rasio, rasa dan ruh tetap prima.

Raga dijaga agar tetap sehat dan kuat. Ada tiga cara menjaga raga. Pertama yaitu nutrisi atau gizi yang cukup dan seimbang melalui asupan makanan yang berkualitas. Makanan yang halal dan thayyib atau baik. Kedua yaitu istirahat yang cukup. Tidur salah satu mekanisme alamiah tubuh untuk dapat segar kembali. Syaratnya lama tidur antara 6-8 jam setiap hari. Juga berkualitas yaitu tidur dengan nyenyak. Ketiga yaitu olahraga. Tubuh butuh olahraga untuk memperlancar peredaran darah. Idealnya 3 kali dalam sepekan minimal 30 menit melakukan olahraga. Ternyata olahraga selain menyehatkan badan juga menghasilkan hormon endorfin yang dapat mengurangi tingkat stress.

Rasio dijaga dengan terus menggunakan otak secara optimal melalui berfikir di pekerjaan,  belajar hal baru dan mengajar atau berbagi ilmu kepada orang lain. Menurut penelitian neurosains, otak yang sering digunakan akan tetap segar dan sambungan antar sel otak atau synapsisnya tidak berkurang. Dampak positifnya tidak akan mudah pikun.

Jika tubuh butuh olahraga dan asupan makanan agar tetap prima maka otak juga butuh olah rasio dan asupan ilmu pengetahuan baru. Caranya cari ilmu melalui belajar. Bisa dengan membaca, mendengarkan, melihat secara visual, menulis dan berbagi hal baru yang dipelajari. Ternyata cara paling efektif dalam belajar yaitu mengajar.

Rasa dijaga dengan seni dan pergaulan sosial yang positif. Melalui seni maka manusia dapat merasakan dan menikmati keindahan dalam hidupnya. Melalui pergaulan sosial maka manusia dapat mengasah empati, peduli serta solidaritas kepada sesama. Dampaknya akan tumbuh perasaan yang peka sehingga tidak menjadi manusia yang egois dan cuek dengan kenyataan sosial di sekitarnya. Jadi manusia tidak hanya butuh olahraga tapi juga butuh olah rasa untuk mengasah sisi kecerdasan emosional dan sosial dalam dirinya.

Selanjutnya komponen terakhir dalam diri manusia yaitu ruh. Inilah sisi religiusitas dan spiritualitas manusia yang membuatnya mampu mendekatkan diri kepada Penciptanya. Caranya melalui ibadah secara khusus seperti shalat, dzikir dan do'a bagi umat Islam. Kebutuhan akan ibadah ini juga seperti halnya makanan. Maka wajar saja ibadah shalat diwajibkan 5 kali dalam sehari pada waktu tertentu. Melalui ibadah shalat, dzikir dan do'a manusia terus menyegarkan sisi ruh atau spiritualnya.

Ternyata ibadah shalat, dzikir dan do'a tidak hanya berdampak positif pada ruh manusia. Juga memberi dampak kepada raga karena ada gerakan yang membantu tubuh melancarkan peredaran darah dan juga ada saat untuk jeda dan istirahat lepas dari aktivitas pekerjaan. Melalui aktivitas gerakan sujud maka otak akan menerima asupan oksigen yang akan membuatnya segar dan siap kembali berfikir.

Mari jalani hidup dengan seimbang. Jaga raga, rasa, rasio dan ruh tetap prima. Sesibuk apapun dalam bekerja jangan lupa istirahat, makanan bergizi dan olahaga. Jangan lupa tetap belajar hal baru yang membuat otak tetap segar. Jangan lupa tetap bergaul dengan sesama, jaga silaturrahim dan berkumpul dengan keluarga. Lalu ingat selalu untuk ibadah shalat, dzikir dan do'a. Semoga dengan itu semua hidup kita produktif, sejahtera dan bahagia lahir dan batin.