Tidak Hanya Tradisi


Standard Post with Image

Senin 12 April 2021 selepas magrib telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai 1 Ramadhan 1442 Hijriah. Kaum muslim menyambutnya dengan penuh sukacita. Status Marhaban ya Ramadhan serta permohonan maaf beredar di media sosial. Harapannya dapat memasuki bulan Ramadhan dalam keadaan suci sehingga mampu menjalankan ibadah dengan baik.

Masjid kembali ramai meski tidak penuh 100%. Semarak Ramadhan di tengah pandemi Covid belum kembali normal seperti biasanya. Namun sudah ada kemajuan karena covid relatif mereda. Pemerintah membuat aturan 50% kapasitas masjid yang diisi dan di dalam masjid bagi yang sudah divaksin. Meskipun kelihatannya aturan ini sulit untuk dijalankan. Ada euforia masyarakat untuk kembali ke tarawih di masjid setelah tahun lalu tidak bisa karena lock down.

Ramadhan datang rutin setiap tahun. Sesuatu yang rutin biasanya kehilangan makna jika kita gagal menangkap spirit atau ruhnya. Hanya jadi ritual tanpa spiritual. Hanya jadi tradisi tanpa esensi. Apa saja spirit dan ruh dari Ramadhan?

Seruan puasa di bulan Ramadhan ditujukan untuk orang-orang yang beriman. Kegembiraan yang bermakna dan bertahan sebulan penuh hanya akan diraih jika didasari oleh iman yaitu yakin bahwa ini perintah dari Allah untuk memberi kebaikan. Iman meyakini bahwa puasa menjadi kawah candra dimuka mendidik manusia menjadi insan takwa.

Berbekal iman maka segala perintah dan larangan di bulan Ramadhan akan dijalankan dengan penuh keikhlasan semata-semata untuk mendapatkan ridha Allah. Bukan untuk riya' seperti pamer kesalehan dan kedermawanan. Bukan juga untuk sum'ah agar digelari ahli ibadah dan dermawan.

Setelah didasari atas iman maka segala amaliah Ramadhan harus disandarkan pada Al Qur'an, Hadist dan pendapat ulama yang terpercaya. Untuk itu dibutuhkan ilmu tentang ibadah puasa di bulan Ramadhan. Apa saja yang membatalkannya? Hati-hati, ada yang tidak membatalkan tapi dapat menghilangkan pahala puasa.

Apa itu? Perkataan dusta, ghibah, fitnah, menyakiti orang lain, bertengkar dan lain sebagainya. Juga pandangan yang tidak terjaga. Melihat hal yang dilarang. Jadi puasa tidak hanya fisik tapi juga panca indera.Bahkan lebih sempurna lagi jika pikiran dan perasaan juga dijauhkan dari hal-hal yang buruk seperti buruk sangka, niat yang jelek dan lainnya.

Pada bulan Ramadhan bukan hanya perintah puasa. Juga ada perintah shalat tarawih, membaca Al Qur'an 30 juz, berbagi makanan buka puasa, dan amalan lainnya. Meskipun tidak wajib tapi sangat dianjurkan. Momentum Ramadhan harus dapat dimanfaatkan untuk menambah pahala melalui amal kebajikan. Di penghujung Ramadhan apa perintah zakat fitrah yang wajib ditunaikan bagi yang mampu.

Berbekal iman dan ilmu semoga amal akan lebih bermakna dan berbekas kepada jiwa. Bukan hanya tradisi dan ritual belaka tapi juga menemukan esensi ibadah yaitu semakin mengenal Allah. Semakin dekat kepada Allah dan merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan. Jika itu terwujud maka hati akan tenteram, hidup akan bahagia dunia dan akhirat. Masyarakat juga aman dan tenteram karena kejahatan hilang dan keberkahan datang.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. Jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik. Tingkatkan iman, ilmu dan amal untuk meraih derajat takwa.