Atasi Pandemi Dengan Nilai-nilai Kehidupan


Standard Post with Image

Indonesia pada bulan Juli 2021 sempat menjadi juara dunia kasus harian Covid mengalahkan India dan China yang sebelumnya menggila. Menembus angka 50 ribu penderita harian, Indonesia pun menjadi negara yang 'ditakuti' di dunia. Beberapa negara seperti Jepang mengevakuasi warganya dari Indonesia.

Rumah sakit di Pulau Jawa khususnya di kota besar tidak bisa lagi menampung pasien Covid. Banyak yang akhirnya dirawat di rumah dengan isolasi mandiri padahal perlu penanganan medis. Akhirnya ada yang meninggal di rumah karena kekurangan oksigen.

Kondisi ini juga berdampak kepada dunia kerja. Sejak Maret 2020 dunia usaha dan industri sudah memberlakukan shift WFH dan WFO. Namun pada bulan ini lebih ketat lagi dengan porsi hanya 25% yang WFO. Bahkan untuk sektor non esensial selama PPKM level 4 seluruh karyawan WFH. Hal itu dilakukan untuk melindungi karyawan dari paparan virus Covid.

Tidak hanya berdampak kepada kesehatan fisik. Covid juga berdampak pada kesehatan mental karyawan. Dari hasil penelitian Pusat Layanan Psikologi UNM di sebuah perusahaan besar di Makassar dengan melakukan assessment kondisi mental karyawan pada ekitar 3000 an karyawan ditemukan indikasi ada sekitar 3% yang mengalami gangguan mental ringan sampai berat.

Melihat dampak tersebut kita ingin pandemi covid 19 segera teratasi. Bagaimana menghadapi pandemi yang belum mereda dapat kembali pada nilai-nilai kehidupan yaitu nilai-nilai agama, kemasyarakatan, kearifan lokal dan profesionalisme.

Pada nilai keagamaan terdapat ajaran iman takwa. Intinya adalah keyakinan kepada Allah bahwa pandemi ini adalah Kehendak, Kuasa dan takdir Allah. Keyakinan bahwa pandemi adalah ujian dan teguran bagi manusia agar menjadi lebih baik. Segala peristiwa tidak ada yang sia-sia, pasti ada manfaatnya. Hanya saja perlu waktu untuk membuktikannya.

Berbekal iman takwa maka solusi atasi pandemi dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan do'a. Logikanya ibarat kita diganggu anjing galak. Jika sulit dilawan dan dijauhi maka cara ampuh yaitu meminta pemiliknya untuk mengurung anjingnya. Virus covid juga demikian. Melalui ibadah dan do'a mari memohon kepada Allah sebagai Pemiliknya agar virus covid tidak berkeliaran.

Pada nilai-nilai kearifan lokal terdapat sub nilai sipatuo sipatokkong. Maknanya dalam konteks covid yaitu jangan egois tapi saling membantu menghadapi dampak covid ini. Masyarakat sejak Maret 2020 telah menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan sembako, APD pada nakes bahkan alat seperti ventilator ke rumah sakit.

Pada masa sekarang pemerintah bersama lembaga pendidikan, dunia usaha, ormas, masjid, TNI dan lainnya bahu membahu dalam program vaksinasi untuk masyarakat. Contohnya Yayasan Kalla kerja sama dengan TNI, pemerintah, masjid Al Markaz dan lainnya pada pekan ini akan melakukan vaksinasi kepada 10.000 orang.   Program tersebut rencananya akan terus dijalankan dalam Gerakan Sejuta Vaksin kerja sama dengan Pemprov Sulsel. Masyarakat Sulsel yang telah divaksin sampai bulan Juli 2021 belum sampai 20% dari jumlah penduduk.

Pada nilai-nilai profesionalisme terdapat inovatif-solutif dan efektif-efisien. Maksudnya perlu ada langkah-langkah yang kreatif untuk mengatasi Covid ini. Tentu tidak semata langkah yang baru dan berbeda tapi juga harus efektif melawan Covid secara efisien. Berbagai lembaga telah membentuk Satgas Covid sejak Maret 2020 termasuk Pemerintah Pusat sampai Daerah. Satgas terus bergerak membuat program yang kreatif untuk edukasi, preventif dan kuratif.

Pada nilai-nilai kemasyarakatan terdapat gotong royong,  sinegi dan team work. Wujudnya dalam bentuk Satgas yang menyatukan seluruh unit dan kelompok keahlian di masyarakat. Mereka bisa bekerja sama berlandaskan niat baik menolong sesama. Prinsipnya bersama kita bisa, bersama kita kuat dan bisa berbuat lebih banyak.

Itulah gambaran implementasi nilai-nilai agama, kearifan lokal, profesionalisme dan kemasyarakatan dalam menghadapi pandemi covid yang belum mereda. Semoga implementasinya dapat mendorong seluruh masyarakat pada seluruh tingkatan untuk berkontribusi secara aktif mengatasi pandemi. Badai pasti berlalu, covid akan segera teratasi insya Allah.