Hikmah Sumpah Pemuda di Era Digital


Standard Post with Image

Syamril, ST.,M.Pd. Rektor Kalla Business School

Hikmah Sumpah Pemuda di Era Digital Ada yang berbeda pada hari ini di Athirah. Selain upacara Hari Sumpah Pemuda juga siswa tidak menggunakan seragam ke sekolah. Mereka menggunakan pakaian sesuai profesi yang dicita-citakan. Ada yang pakai pakaian dokter, polisi, tentara dan lainnya. Bahkan ada yang pakai baju Korpri karena ingin jadi PNS. Apa hubungannya Sumpah Pemuda dengan profesi? Jika pada tahun 1928 saat Sumpah Pemuda diikrarkan yang dibutuhkan adalah semangat untuk berjuang merebut kemerdekaan. Pada masa sekarang yang dibutuhkan adalah semangat untuk mengisi kemerdekaan. Cara mengisinya yaitu bekerja dan berkarya melalui profesi. Era yang akan dihadapi oleh para pelajar, mahasiswa dan pemuda pada masa ini sangat berbeda. Perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan dan kebutuhan. Jika sebelumnya cukup dengan kemampuan dasar membaca, menulis dan berhitung.

Pada era revolusi industri 4.0 butuh kemampuan teknologi, data dan psikologi disertai bahasa Asing. Era peradaban manusia terus bergerak dari era berburu ke agraris lanjut ke industri lalu ke era informasi. Sekarang sudah masuk ke era inovasi dan emosi. Pada masa ini para pemuda dituntut memiliki inovasi dan kreativitas disertai empati. Inovasi dan emosi adalah dua hal yang tidak akan bisa digantikan oleh robot. Meskipun artificial intelligent dan robotika semakin canggih tetap belum bisa punya dua hal tersebut.

Selanjutnya setelah itu akan masuk ke era integrasi dan spiritualisasi. Manusia bukan lagi mencari makan atau materi tapi mencari makna hidup. Sekarang ini di dunia Barat dan Asia Timur seperti Jepang dan Korea yang telah sejahtera secara materi muncul kelaparan spiritual yang memicu tingginya angka depresi dan bunuh diri. Itu semua karena tidak terpenuhinya kebutuhan spiritual. Akhirnya muncul fenomena baru yaitu pelarian kepada agama. Maka di Barat agama Islam sangat berkembang pesat. Jadi selain inovasi, emosi juga butuh spiritual agama. Menyiapkan diri dengan kompetensi yaitu skill, knowledge dan attitude tidak lagi cukup untuk menjalani profesi di masa depan. Butuh tambahan daya inovasi, emosi dan spiritialitas. Menyiapkan para pemuda di era sekarang ini agar dapat berkontribusi dan berkarya di masa depan sangatlah penting. Bonus demografi dengan jumlah pemuda dan angkatan kerja yang besar akan dapat membawa Indonesia ke masa keemasan. Jika pemuda tidak siap menghadapi masa depan maka akan muncul masa kecemasan. Mari siapkan diri menuju Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas.