Maulid Nabi Muhammad SAW


Standard Post with Image

Jadilah Teladan Kebaikan Bulan ini di berbagai masjid di seluruh dunia banyak diadakan peringatan maulid Nabi termasuk di Istiqlal pada tanggal 8 November lalu. Apa yang dapat jadi pelajaran dari maulid Nabi Muhammad SAW? Allah menganugerahkan kepada kita manusia mulia yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Kemuliaan beliau Allah akui dalam Al Quran bukan karena keturunan dan hartanya, tapi karena akhlaknya (Q.S. Al Qolam : 4) Akhlak, budi pekerti atau karakter dibentuk oleh keyakinan, pengetahuan dan keterampilan. Semuanya tergambar pada perilaku. Apa beda perilaku Rasulullah dengan kita.Ternyata bedanya cuma sedikit. Kalau Rasulullah tidurnya sedikit, kita sedikit-sedikit tidur. Rasulullah makannya sedikit, kita sedikit-sedikit makan. Rasulullah sedikit marahnya, kita sedikit-sedikit marah. Rasulullah sedikit-sedikit baca al Quran, kita sedikit-sedikit baca WA jadi baca al Qurannya sedikit. Kita sedikit-sedikit ngegosip apalagi di era medsos dan warkop sekarang ini. Perbedaan yang besar yaitu prestasi kehidupan. Rasulullah dalam waktu 23 tahun berhasil mengubah masyarakat Arab jahiliah menjadi khairu ummah (ummat terbaik). Belum pernah ada pemimpin yang bisa melakukannya secepat dan sesukses itu. Wajar saja dengan alasan itu Michael M. Hart yang non Islam setelah meneliti lebih dari 20 tahun tanpa ragu menobatkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Muhammad SAW mampu mengelola perubahan di masyarakatnya dengan sukses. Kuncinya yaitu pendidikan karakter melalui peneladanan. Walk the talk yang artinya melakukan apa yang dikatakan adalah ciri khasnya. Seluruh yang diperintahkan dan diajarkan kepada ummatnya semuanya ada contoh dalam perilaku sehari-hari Rasulullah. Sampai istrinya Aisyah r.a menggelarinya Al Qur'an berjalan. Kegagalan pendidikan karakter di masyarakat kita karena apa yang diajarkan berbeda dengan yang dikerjakan. Para pejabat berpidato anti korupsi. Beberapa hari kemudian muncul berita pejabat ditangkap KPK karena korupsi. Sekolah mengajarkan agama dan Pancasila. Tapi kehidupan sehari-hari belum agamis dan Pancasilais. Masih banyak penyimpangan dan pelanggaran bahkan oleh para pemimpin yang seharusnya menjadi contoh. Meniru Rasulullah maka kunci utama jika ingin mengubah masyarakat dengan cepat yaitu jadikan diri kita sebagai contoh teladan kebaikan. Apapun peran dan tanggung jawab kita di rumah tangga, masyarakat atau di instansi swasta dan pemerintahan, jadilah teladan kebaikan. Buatlah jejak kebaikan yang layak ditiru oleh orang lain. Itulah pelajaran yang harus kita ambil dari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Sumber: H. Syamril. S.Pd.,M.M (Rektor)