Tiga Fase Kehidupan


Standard Post with Image

Pada Desember 2019 di kantor kami ada pelatihan Masa Persiapan Pensiun se Kalla Group. Saat pembukaan saya menyampaikan materi tentang tiga fase kehidupan yang memiliki ukuran sukses berbeda. Fase pertama yaitu fase bersekolah. Saat masih sekolah SD sampai Perguruan Tinggi maka ukuran suksesnya adalah nilai raport dan IPK. Itu representasi dari ilmu. Jadi mereka yang ilmunya banyak itulah yang sukses. Fase kedua yaitu saat bekerja. Setelah lulus dan masuk dunia kerja apa sebagai karyawan, akademisi atau wirausahawan maka ukurannya adalah keuangan, pertemanan, kinerja, kompetensi dan karir. Itu semua muaranya kepada manfaat. Keuangan, kawan, kinerja, kompetensi, karir, jabatan atau posisi apapun bukan jabatannya yg utama tapi sejauh mana itu memberi manfaat bukan mudharat. Fase ketiga yaitu saat pensiun. Setelah berhenti bekerja atau pensiun maka ukuran suksesnya di pahala ibadah mahdhah. Semakin ingat mati dan dekat kepada Allah. Dekat ke masjid, banyak mengaji, puasa dan lain sebagainya. Dari tiga fase kehidupan saya melihat tiga kata kunci sukses yaitu ilmu, manfaat dan ibadah. Apakah harus terpisah pada tiap fase atau mungkinkah disatukan di semua fase kehidupan? Tentu saja bisa. Saat masih muda jadi pelajar yang menuntut ilmu maka belajar niat harus untuk ibadah dan ingin agar ilmunya bermanfaat. Bisa juga meski usia masih muda tapi sudah kuat ibadah khusus kepada Allah. Shalat berjamaah ke masjid, jadi remaja masjid. Rajin mengaji dan ikut pengajian. Saat di dunia profesi juga ilmu, manfaat dan ibadah tetap ada. Bekerja dengan niat ibadah. Lalu hasil kerja memberi manfaat kepada keluarga dan orang lain. Jangan lupa tetap belajar mencari ilmu agar terus terasah keahliannya. Tentu saja sambil bekerja juga rajin shalat berjamaah, mengaji, puasa, shadaqah dan lainnya karena umur tidak ada yang tahu. Meninggal tidak harus menunggu pensiun dan tua. Akhirnya saat pensiun tidak hanya ibadah yang rajin seperti shalat, puasa dan mengaji. Juga tetap beraktivitas, berbagi ilmu dan pengalaman, berkarya dan tetap belajar mencari ilmu khususnya tentang agama. Jadi pada fase apapun hidup anda tetaplah belajar mencari ilmu, tebar manfaat dan ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Semoga dengan ilmu, manfaat dan ibadah maka dapat tenang dan bahagia menjalani kehidupan.


Penulis: H. Syamril. S.T.,M.Pd