Harteknas ke-25


Standard Post with Image

Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau hari Senin 10 Agustus adalah peringatan Hari Teknologi Nasional ke-25. Berawal pada tanggal 10 Agustus 1995 Indonesia berhasil menerbangkan N-2150. Pesawat produksi Indonesia, karya anak bangsa berbendera merah putih yang bekerja  di IPTN Bandung. 

Waktu itu suasana sangat menegangkan. Disaksikan oleh Presiden Soeharto dan Menristek BJ Habibie serta ribuan tamu yang lain dan jutaan pemirsa di televisi, pesawat N-2150 lepas landas dari bandara Nurtanio Bandung. Alhamdulillah sukses luar biasa. Pesawat dapat lepas landas, terbang seputar kota bandung dan sekitarnya dan kembali mendarat dengan selamat.

Presiden Soeharto bangga luar biasa. Teknologi pesawat terbang dengan fly by wire yang belum banyak digunakan di dunia berhasil dikuasai oleh putra-putri Indonesia. Rakyat Indonesia pun juga sangat bangga. Indonesia telah berdiri sejajar dengan negara maju dalam penguasaan teknologi. Maka tanggal 10 Agustus ditetapkan oleh Presiden Soeharto sebagai Hari Teknologi Nasional. 

Waktu berlalu. Pada tahun 1997 krisis moneter menerpa dunia. Indonesia dilanda prahara krisis ekonomi. IMF masuk untuk menyelamatkan Indonesia. Salah satu rekomandasi.IMF adalah menutup IPTN. Maka sirnalah impian Indonesia menjadi produsen pesawat terbang. Para tenaga ahli yang luar biasa pun kena PHK. Ada yang beralih profesi dan banyak juga yang pindah ke luar negeri. Mereka bekerja di perusahaan kelas dunia yang memproduksi pesawat terbang seperti Airbus dan Boeing.

Bagaimana penguasaan teknologi Indonesia saat kita memperingati Hari Teknologi Nasional yang ke-25 pada tahun ini? Apakah ada kemajuan atau justru kemunduran? Apa penyebabnya? Hal ini menarik untuk dikaji secara khusus dan kritis.

Secara individu kemampuan putra-putri bangsa Indonesia tidak kalah jauh dengan negara maju. Berawal dari lomba Olimpiade Sains Internasional tingkat SMP dan SMA. Indonesia sering juara umum dan mengalahkan negara maju lain di dunia. 

Jika ada warga Indonesia yang kuliah di kampus kelas dunia di AS, Eropa, dan Asia mereka juga bisa berprestasi. Itu menunjukkan bahwa manusia Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Jika dibina dengan baik maka dapat juga bersaing dengan negara maju. Demikian pula yang kuliah di kampus dalam negeri. Juga dapat berkarya luar biasa dan diakui dunia.

Hari Senin 10 Agustus 2020 Kementerian Ristek BRIN memamerkan karya teknologi Indonesia. Ada penemuan dosen ITB yang berhasil membuat katalis untuk mengubah minyak inti sawit menjadi bahan bakar nabati pengganti bahan bakar fosil BBM. Lalu drone Puna Male Elang Hitam yang juga bisa menjadi alusista atau persenjataan. Juga sedang dikembangkan pesawat amphibi N219A yang dapat lepas landas dan mendarat di laut. Ini akan menjadi sarana transportasi untuk mewujudkan impian tol laut di Indonesia.

Saat Indonesia dan dunia dilanda wabah pandemi corona, Indonesia juga berhasil membuat alat-alat kesehatan yang handal dan murah. Contohnya ventilator alat bantu nafas. Harga normal minimal 300 jutaan. Ternyata inovasi dari ITB, UI, UNPAD dan kampus lainnya bisa membuat ventilator yang biayanya hanya 20 jutaan. Sangat efisien dan tetap handal. Belum lagi karya lain seperti robot pelayan pasien corona, alat tes covid, bilik disinfektan, APD dan  lain sebagainya.

Itu semua membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga mampu berkarya di bidang teknologi. Semoga dapat bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha sehingga dapat menjadi industri baru untuk kemajuan bangsa. Selamat Hari Teknologi Nasional ke 25.


Penulis : Syamril, ST., M.Pd. (Kalla Business School)